-
Persimpangan jurusan meninggalkan jejak yang semakin kelabu,
Tak teringat berapa banyak sesat yang telah dicoba bersama,
Racunmu berbaris-baris cinta yang menghampirimu,
Racunku berbaris-baris ego yang tak pernah susut bersama waktu,
Racunnya berbaris-baris kesepian tanpa kawan dibelakangnya,
bersama kawan menenggak racun yang tak pernah terbaui apa isinya,
Hasratmu begitu besar, ketika kau mabuk karena pesona alam asmaramu,
Nafsuku begitu menggebu, ketika bayang-bayang asing memanggilku untuk menyelaminya,
Sesatmu begitu curam, ketika lubang-lubang mampu menggali rasa penasaranmu,
Kita bersama membanggun mimpi di siang bolong, melangsungkan pesta di malam hari,
Sesuai drama brhasil kita lakoni, suatu hari nanti kita tau, lelah yang ada di depan sana,
Tersisa menanti kita, jalan kita tak pernah sama, tapi selepasnya kita sama-sama sama,
Sama-sama lelakon manusia