February 2012
30 posts
siluet di suatu dini hari
tak perlu dua untuk menepiskan keraguan,
satu ada untuk sebuah kepastian,
tak perlu raut untuk sekedar menggumbar rasa,
karena kelam sebenarnya tak pernah mencekam,
tak perlu cermin untuk mengingatkan akan selalu ada sisi yang tak pernah tersentuh,
tak perlu suara untuk mencari seruan,
karena bisu tak selalu berarti buntu,
dunia tertelan di dalam siluet tak...
habislah sudah malam,
meninggalkan tiada yang ada,
tanpa himpunan mimpi yang elok,
deru menggoda, seraya berpadu padan dengan purnama,
sembahkan tinggi yang tak terjangkau,
kelak surga tak kan pernah kehabisan tempat,
jika kelakar senggama terus diraut,
tak peduli pada penakut,
tak kenalkan pada pendosa,
jika napsu buahkan nikmat,
lahirkan kekuatan untuk mampu merintis hari,
mengikis...
kataku nanti begitu statis, sampai jengah kamu mendengar, dan keluh kamu...
dan petang hanya sebaris detik bagiku,
sederet semburat yang tak mengartikan banyak,
sekalipun tak terpungkiri, seiring jejak yang menggiring,
terlalu banyak petang telah kulalui,
terlalu banyak kerikil telah kuadui,
di sisa petang kemarin, yang tak sempat terasa,
penat mengembara, jauh ke dalam,
sesat pikirku bercengkramah, tak pernah mesra,
sekalipun tak pernah menjadi lawan,
bagaimana caranya...
kala hari berganti malam,
sudah waktunya berganti musim,
sudah waktunya berganti alas kaki,
dan berjalan selagi masih bisa,
tertidur di waktu yang masih sama,
kelakar senja yang baru,
tampak serupa,
seringai liar menyebar,
menepis jamuan hari libur
selamat musim semi yang baru, selamat kaya raya
– lewat- selamat cap go meh
**k dulu, lalu selamat malam