December 2011
9 posts
kubayang-bayang
miris, membangun mimpi yang terbatas pada kenyataan,
kalau masih bisa bermimpi, indah sekalipun jadikan jera kemudian,
siapa kira akan jadi seperti itu, tak pernah bermimpi
memang, belum pernah ada mimpi datang dijemput nyata,
hilang sekejap, sirna seketika waktu memanggil nyawa kembaliĀ
miris, miris, miris, mengiris baris-baris rasa,
sebutkan dunia yang terbentuk oleh...
oh,God
Please
– Amien-others word of God
Kusesap malam dan sejenak kubayangkan terang,
Kucerna perih dan sepintas kusanggupkan ceria,
Sejenak lalu berlalu kiasan makna kemeranaan, jingga kian membara lembaran sutra elok merajut, selingan syahdu membongkar rapuh
Kubayang cerah, rentang menjalin kesendirian, mengingat syair yang pernah terangkai erat dalam kebisuan,
Dan sejenak saja, kubayakan diri dalam kering nurani
Sejenak malam mengiris sisa kelambu pelipur lelap
Kembalikan waktu dalam rentang sajak di tepian hari
Kini kuhidupi masa dalam satu pukul yang tersisa bagi pikulan hari
Sering kusesapkan mencari pengertian dalam jejak pikiran yang tak pernah tertinggal
Siasati sesat agar tak perlu baginya temukan jalan kembali, sesat itu terlalu menyenangkan hingga sampaikan ingin tak lagi temui jalan keluar...