January 2011
36 posts
Setelahnya akan kutemui kelambu ungu dengan pendar jingga di batas cakrawala dunia
Senja yang datang tak terukur waktu melengkapi gema kelabu berangin
Tanpa gemuruh, badai tak mampu tersebut sebagaimana gaharnya
Tanpa gelora, ombak tak tercapai menghempas karang di tepian kaki
Kakiku tak berada di ujung tanduk kehancuran
Tak pula menginjak pangkal buntu jurang kegalauan
Hanya saja berada...
For me,be mature is an obey. So,be mature,please!
Sekali lagi aku cuma ingin menjadi tidak waras
Nyalakan rokok sesukamu
Kalau kamu tau hasil buruk dari sebatang rokok yang tengah kamu pegang itu
Mengapa kamu hanya menyodorkan keburukkannya untuk orang lain?
Bukan untuk dirimu sendiri
Kamu tak lebih dari munafik
Dan telah menurunkannya kepada aku yang baru saja kamu kandung 23 tahun yang lalu
Undangan untuk gerimis
Gerimis sudah mengamini undangan dari mendung yang tak tertebak
Telahkan mengisi lubang-lubang jalan menjadi genangan
Bergemericik beradu gaduh dengan kolam air berwarna keruh
Lemaskan silau yang mengering di ujung kerlingan hari
Tak jua sempat matahari berpamit mundur
Belum cukup padamkan api pembakaran tumpukan ilalang di luar sana
Warna senja terlukiskan di bawah kaki langit
Walau belum...
Kereta melaju tak lagi ingkar waktu
Hanya saja suasana terik kota yang tak mampu mengejar putaran rel
Tak sedia kereta menunggu lambat perjalanan menemuinya di jalur no.5
Hanya pengamen yang tak sedia siakan waktu
Silih berganti masuk,menyanyikan tembang tak tertangkap telinga
Kalau saja aku punya kuasa, tak mengindahkan toleransi dan mayoritas
Tak perlu kutahan nafsu emosi untuk berteriak...
Kelam tak lagi mengartikan kebenaran diri
Inti diri yang paling asasi, pengalihan kemunafikan yang lekat menempel pada dinding-dinding diri
Tak tepat waktu lagi pemberbincangkan ego pribadi dibalik kedok pesakitan
Semuanya tak melebihi sebatas lakon dibalik tirai kelambu pekat
Intiplah lekas ke dalam tubir kelam keramat
Temui dengan bijak apa yang disebut dengan kebijaksanaan
Tak lagi...
Bangunkan aku esok saat tak ada lagi mereka yang setia menyapaku agar aku rasa...
Rapatkan usai katup mata memejam
Selesaikan sudah cerita yang tak pernah temui usai
Itu bukan episode picisan, seringkali malah penggalan sarkasme
Semalam telah kubersusah hati, mengatur keluh pikiran keruh
Tak temui cara mengobat gundah, tak lantas hati menampil rintih
Sesekali aku tergoda menyelesaikan hidup, walau tak tertemui jalan pintas terbaik
Hingga tinggalkan kalut sesaat, aku tak...
I need a breath to take a breath
Tuhan itu tidak perlu dipikiri karena tuhan tidak punya pemikiran
– Ketika logika dijadikan alibi yang tidak sejalan dengan ketuhanan
Macam mana krisis itu
Krisis ketuhanan
Krisis kekeluargaan
Krisis kepercayaan
Krisis kewarasaan
Krisis keuangan
kritis kekrisisan
Rupa segala krisis
Romo.romo
Saya senang melihat romo menggelandang anjing di sepanjang jalan
Menyusuri malam di tepian kota
Kontras rasmu menarik mata kaum pribumi
Sekaligus menarik pikir liarku memberontak
Kalau kaulmu kekal
Tak ingin hatimu mengasuh benihmu sendiri?
Yang kutangkap, romo adalah seorang bapak juga
Bagi anak-anaknya
Adakah kandung pernah kau buahkan?
Menggenapi apa yang katanya disabdakan...
Tuhan
Bukan baiknya aku mempertanyakan
Karena tuhan bukan pertanyaan
Tuhan
Ada baiknya dinyatakan jika tuhan memang kenyataan
Tuhan
Saat ini tak lebih dari sebuah kata
Tuhan
Kembalilah dalam jejak peninggalan patrilinealmu
Akukanlah aku sebagai anak laki-lakimu
Ayah, hanyakan aku yang mau menangkap sirat asap kelabumu
Membaui lebam dalam sekian hentakanmu
Kamu tak lagi mampu berdaya guna
Juali harga diri demi bertaruh gengsi
Miris mengirisi sendiri belati dalam rusukmu
Kamulah renta dalam setiap tetes bayanganku kini
Akukanlah aku sebagai anak laki-laki...
Tak kuasai mengukir hampa ditepian sepi
Senandung rindu menyandungkan dahaga
Tepat di bibir sang peluh
Pelik merangsang dalam karang dilema
Tak hadirkan bunga fantasi di alam mimpi
Sosoknya seringkali tak tergambar nyata di dalam ingatan
Tapi terekam jelas dalam setiap pembuluh yang merangkai nadi
Tiarapkan hati selalu menyapa lemah bisikan keterkaitan batin
Dia yang tak lagi-lagi dapat...
i wish i could. yes, i could i wish.
– justit
Lalu kamu berada pada waktu yang menunjukkan satu jam lebih awal daripada waktu di sini
Itu tandanya, kamu akan tertidur jauh lebih awal dari pada waktuku
Juga terbangun jauh lebih cepat dari waktuku
Sial, mengapa waktu begitu sok tahu
Sok mengatur sesukanya sendiri
Menjadi pembeda ruang gerak tak terjangkaui
Saat berada dalam rentangan waktu yang sama saja
Waktu tidurnya tidak selalu sama...
Purnama
Purnama pratama mengisahkan sepenggal bisu cerita yang pasti menjadi penuh
Menggambarkan sepenggal bayang lain yang pasti menjadi habis
Rotasi tak pernah putus, hanya jika mendung melahapkan wajahnya
Tak terpenuhi secarik catatan, tak mengartikannya tak dapat berjalan sempurna
Siklus kembali menjejal awal, terlihat muda pada waktunya
Tak terpungkiri bahwa wajahnya akan tetap sama
Sesaat tak...
Satu ekor kelinci
Ini hanya sebuah cerita tentang seekor kelinci, hanya seekor saja, bukan dua ekor, tiga ekor, atau lebih banyak lagi ekornya
Ada yang bilang kemarin ini, kalau ada seekor kelinci yang ingin sekali memakan bulan (karena sudah bosan makan wortel)
Setiap malam diarahkan matanya ke atas, ia selalu membaui sedap kue itu
Wanginya dingin tapi aromanya hangat kelihatannya segar
Bentuknya pun lucu,...
saya benci saat saya kesal, saya kesal saat saya benci.
saya benci, saya benci, saya benci
Falling out to dream
missing is search out of
Hari ini
Harinya hujan
Tak ada waktu untuk tidur, walau selimut masih memanggil
Derai deras air telah datang selagi pagi
Tak sisakan tempat bagi matahari supaya leluasa tertawa
Tapi kamu harus bergegas, menyikat gigi, mengusap badan, jangan lupa memakai dalaman, siapkan penampilan sebaik mungkin
Tak ada waktu untuk memungkir sekalipun lebat hujan merebak
Hari ini
Harinya hujan
Tak bedakan...
Tak perlukan tekomu untuk mengisi cawan-cawan itu,
Karena hujan tengah mengisikannya untuk menyambut perjamuan musim kemarau.
Lalu hujan kembali lagi
Menjawabi beberapa hari penantian mendung
Melunturkan setiap bau perbedaan
Meniupkan sama aroma di setiap raga
Tibalah waktunya kalian bermain
Menapaki setiap genang air tersisa
Tak adukan lagi siapa kamu dan mereka
Belumlah waktu kalian
Menyikapi jurang diskriminasi hasil karya mereka yang disebut tua
Bukanlah waktu kalian menampilkan diri dalam balutan ras,...
And the rain tonight comes to your window, blows your mind softly, be with your sadness. Just cry, please crying. There is no reason to scare about. Noone will catching your tears, because there you are, sitting by your soul, questioning an unanswerable question, throwing an unspeakable feel. Don’t shame to cry tonight. The night’s rain is yours.
December 2010
24 posts
Euforia sorak-sorai di tiap sudut tak berwujud
Pergantian tahun selalu mencipta kesan tak biasa
Pret.pret.pret.tiupan terompet membahana menyaru samar suara kentut
Tak ada yang mampu terbaui selain banyaknya sisa-sisa botol bir di pagi harinya
Bingung pikirku di malam awal tahun ini
Haruskah tawa ria gembira menyertai pergeseran waktu yang masih sama setiap harinya?
Kuduga hanya aku yang...