December 2010
24 posts
Layang-layang harapan
Ibaratkan harapan itu layang-layang
Permainan yang diberikan dari kecil hingga dapat dinikmati ketika tua
Setiap anak memiliki 1 layang-layang di tangannya, pada awalnya
Dengan mati-matian, usaha keras dia mempelajari bagaimana cara menaikkan layang-layang
Berlari…bawalah serta layang-layang di tanganmu, lepaskan dia karena kamu tahu kamu memiliki penghubung jiwa dengannya
Setelahnya,...
Basah jalanan masih terasa karena hujan baru saja lewat
Cium aroma masih terasa sangat pekat walau sebentar saja angin pasti mengaburkannya
Entah apa yang kulakukan di sini
Duduk dalam posisi malas
Enggan beranjak walau hati terlampau ingin
Tapi tak tahu,
Tak tahu hendak ke mana melangkahkan kaki ini,
Semuanya terasa sama, jenuh sudah menyertainya sejak pagi tadi
Pesan singkat kukirim...
Perjalanan waktu tak pernah memberi tempat bagi kemunduran,
Arahnya selalu jelas,
Maju, tak gentar,
Perputaran waktu, meniupkan beribu hari yang telah terlalui,
Di tempat itu,
Setiap kususuri kembali jalannya beberapa waktu setiap bagian tahun,
Tak banyak berubah,
Perubahan-perubahan kecil yang menyatakan jikalau tak ada yang akan pernah lekat bersama waktu,
Tak ubahnya manusia-manusianya,...
Mother greetings
Today is the day that we called mother’s day. I know that every day is your day, supermom but let me make this day become a special day to say: Happy mother’s day, supermom. be blessed, always be our supermom. thank you for everyday that you make it. I love you.
(Catatab pada satu malam dingin hingga masuk...
Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada
Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi
Tunggu aku,
Yang hanya selangkah dari...
Cumbu intelektual
Sayang,
Aku ingin mencumbumu,
Mengcengkrammu erat dalam ingatanku,
Menelanjangi habis kepolosan pikiranmu,
Menaiki liar imajinasi naifmu,
Menciumi bau kecerdikanmu,
Habiskan nafasmu sampai engkau terengah-engah,
Keluarkan ide-ide dalam rahim gagasanku, Tak sisakan lagi cermat nalarmu,
Habis kuserap dalam sari-sari kenikmatan birahi,
Nafsuku berhawa di intelektualmu,
Bukan sekedar...
Celoteh malam hari
5.4.3.2.1.
Tak perlu memerintahku,
Aku akan pergi tidur segera.
10.9.8.7.6.
Tak perlu dihitung,
Tak terhitung telah detik yang lewat sudah.
Nihil,
Sudahi dulu,
Fatamorgana menarik terlihat saat jika nalar sudah tak dapat lagi dikontol
(Yah, hanya R yang sanggup luluh karena dingin “brrrr”, lalu beku, dan tak dapat dieja, jadilah kasar terdengar, tajam terucap, najis terbaca)...
Perjalanan
Hijau sempurna menapaki tilas gejolak tanah
Biru megah menaungi damai sang bumi
Selaras terang menyatakan setiap gambaran yang tertangkap
Menyusup bisu memantul citra
Serupa dalam genangan tak terukur
Diorama alam terpajang dengan batas jendela
Tak henti roda seirama berputar
Tak bagi jeda perhentian nafas di dada
Belum waktu terlihat ujung perhentian
Singgah sebentar tak apalah pasti...
Kelabu setia menggantung pada dasar biru
Belum saatnya ia menyingkir
menyaru samar menjadi putih
Pagi belum siap menjelang, di ufuk timur sekalipun matahari masih bersemu malu
Terpadamkan lampu penghantar mimpi
Walau mata tak siap menyapa hari
Haruskah hati tersiapkan lebih dulu?
Enggan diri menyapu
selimut malam yang erat melekat
menyelubung lelah mementaskan lakon
INTIMidasi keINTIMAN
– Bunyi yang menyerupai
Do re mi fa sol la si do
Ketika kau selesai membacaku, rasanya, aku mendengar...
– Sonata - Lang Fang
do.re.mi.fa.sol.la.si.do
jika saja gerimis bisa melafalkan solmisasi dengan fasih,
tak perlukan lagi lagu-lagu dari pemusik-pemusik nagari.
jika saja malam cukup menjadi panggung yang gemerlap untuk menampilkan lakon,
tak perlukan lagi naskah-naskah termasyur para penyair semesta.
jika saja cukupkan aku berada sendiri,
tak keluhkan lagi aku mencarimu dalam setiap cerah yang tertangkap.
...
gerimis kecil malam hari mengundang harum kenangan tak terganti
menguapkan hawa nafsu yang menggoda
menggeliat legit dalam kerangka imajinasi
hantarkan khayal sampai batas nalar
tak perlu lagi mata ditegakkan
imajinasi tak pernah sebatas pandangan mata
lebih jauh mengawang ke khayangan
di sanalah ada surga nikmat tak terhingga
tak perlukan sosok nyata mesra memeluk dari belakang
imajiner...
magnet
magnet :
- tarik-menarik antara 2 kutub yang berlawanan
- tolak-menolak antara 2 kutub yang sama
(semoga ujung magnetmu yang menuju ke arahku memiliki kutub yang berlawanan dengan kutub ujung magnetku, sehingga dayamu dapat tarik-menarik dengan dayaku walau dalam jarak yang cukup jauh)
lama sudah tak lagi kusingkap kelambu malam
apa gerangan yang kini ada di baliknya
intip sedikit agar tak perlukan kaget nantinya
bukannya aku jera menilik malam-malam yang masih datang
hanya malu aku kemudian karena sempat kulewatkan berapa lama malam-malam kemarin
sudahlah pasti tertinggal beberapa episode yang pernah singgah
ngeri jika malah tertemui keterasingan
pertanda butuhnya waktu...