February 2012
30 posts
Feb 24th
Feb 18th
Feb 18th
1 note
Feb 18th
Feb 18th
Feb 18th
Feb 18th
Feb 18th
Feb 18th
Feb 18th
Feb 18th
Feb 18th
3,859 notes
Feb 17th
1,320 notes
Feb 17th
2,884 notes
Feb 17th
Feb 17th
2 notes
Feb 11th
1 note
Feb 10th
64,145 notes
siluet di suatu dini hari tak perlu dua untuk menepiskan keraguan, satu ada untuk sebuah kepastian, tak perlu raut untuk sekedar menggumbar rasa, karena kelam sebenarnya tak pernah mencekam, tak perlu cermin untuk mengingatkan akan selalu ada sisi yang tak pernah tersentuh, tak perlu suara untuk mencari seruan, karena bisu tak selalu berarti buntu, dunia tertelan di dalam siluet tak...
Feb 10th
Feb 10th
Feb 10th
Feb 10th
Feb 10th
Feb 10th
habislah sudah malam, meninggalkan tiada yang ada, tanpa himpunan mimpi yang elok, deru menggoda, seraya berpadu padan dengan purnama, sembahkan tinggi yang tak terjangkau, kelak surga tak kan pernah kehabisan tempat, jika kelakar senggama terus diraut, tak peduli pada penakut, tak kenalkan pada pendosa, jika napsu buahkan nikmat, lahirkan kekuatan untuk mampu merintis hari, mengikis...
Feb 7th
“kataku nanti begitu statis, sampai jengah kamu mendengar, dan keluh kamu...”
Feb 6th
dan petang hanya sebaris detik bagiku, sederet semburat yang tak mengartikan banyak, sekalipun tak terpungkiri, seiring jejak yang menggiring, terlalu banyak petang telah kulalui, terlalu banyak kerikil telah kuadui, di sisa petang kemarin, yang tak sempat terasa, penat mengembara, jauh ke dalam, sesat pikirku bercengkramah, tak pernah mesra, sekalipun tak pernah menjadi lawan, bagaimana caranya...
Feb 6th
kala hari berganti malam, sudah waktunya berganti musim,  sudah waktunya berganti alas kaki, dan berjalan selagi masih bisa, tertidur di waktu yang masih sama, kelakar senja yang baru, tampak serupa,  seringai liar menyebar, menepis jamuan hari libur
Feb 5th
“selamat musim semi yang baru, selamat kaya raya”
– lewat- selamat cap go meh
Feb 5th
1 note
“**k dulu, lalu selamat malam”
Feb 5th
January 2012
9 posts
demam mungkin menggigit malam ini, meninggalkan peluh pada ujung-ujung yang menggigil, menyandarkan sesaat, rasio yang kerap mengambang, melangkahi petang yang menutup dini hari, kesadaran tak penuh mengartikan batas yang kian semu, keterbatasaan hadir, saat raga tak mampu meresapi jiwa, bukan waktunya ajal menjemput, sisakan waktu untuk beradu, berguling kembali, melaju cepat sekalipun tiada...
Jan 31st
“Rest in reason; move in passion.”
– Kahlil Gibran (via girlwithoutwings)
Jan 20th
1,620 notes
“perlu mengapa untuk mempertegas garisnya”
– satu kebuntuan di labirin malam hari
Jan 16th
“Sial,ternyata hanya kentut yang keluar”
– Labirin malam hari
Jan 10th
hujan. merintih rintik titik-titik sampai tingkungan langkah beradu pelan mengalun di pangkuan serak ciptakan riak di tepian jalan, sampai bermuara pada selat tak berbatas bayang selalu saja tercipta suasana oleh waktu yang sedang menjalar, mengejar, meraih, hingga merakit, mengurai, mengeja, tak terasa sembulan bulan tak memiliki arti lagi, jika hujan merangkap tiga dingin, sepi, sekaligus...
Jan 6th
“hujan.hujan.hujan”
Jan 6th
Te dalam rima kasih, mengeja terima kasih,  menyusun batas agar tak terlampaui, jarak sesingkatnya agar mampu tetap melihat  adalah sebuah artian yang besar, walau tak perlu dimaknai mendalam, isyaratnya terekam jelas, untuk setiap jeda yang harus ditarik, digaris bawahi dengan tanda titik tak perlu sungkan untuk menjangkau, sekalipun tidak pernah disodorkan secara langsung, tanpa perlu menepikan...
Jan 5th
apa kamu masih mengenali rupaku, setelah tanpa perlu waktu yang lama, kamu mampu mengganti semu di wajahku dengan sendu yang tak pernah kutahu kenapa bisa datang? sebelum separuh usia aku jalani, namun aku tak bisa memperoleh jawab atas waktu yang tengah kujalani kini. semuanya terasa begitu cepat bagiku, bahkan untuk mereka yang kerap memandangku, siapa aku, siapa dia yang mereka lihat di...
Jan 4th
dan malam masih kembali lagi datang, bukan lagi menyelinap dalam selimutku, yang tak pernah kubayangkan kemarin-kemarin, dengan caranya yang lain, masih selagi aku menikmatinya dalam kebisuanku, kesakitan yang tak pernah mampu kurasa selama kenikmatan memeluk erat ragaku, kemarin aku berikrar, bersumpah, menenggelamkan diriku, pada dunia yang tak berona cerah, bersamanya kurogoh pundi-pundi...
Jan 4th
December 2011
9 posts
Dec 24th
1,922 notes
kubayang-bayang miris, membangun mimpi yang terbatas pada kenyataan, kalau masih bisa bermimpi, indah sekalipun jadikan jera kemudian, siapa kira akan jadi seperti itu, tak pernah bermimpi memang, belum pernah ada mimpi datang dijemput nyata, hilang sekejap, sirna seketika waktu memanggil nyawa kembali  miris, miris, miris, mengiris baris-baris rasa, sebutkan dunia yang terbentuk oleh...
Dec 22nd
“oh,God Please”
– Amien-others word of God
Dec 22nd
Dec 22nd
1,213 notes
Dec 18th
3,340 notes
Dec 11th
Dec 11th
Kusesap malam dan sejenak kubayangkan terang, Kucerna perih dan sepintas kusanggupkan ceria, Sejenak lalu berlalu kiasan makna kemeranaan, jingga kian membara lembaran sutra elok merajut, selingan syahdu membongkar rapuh Kubayang cerah, rentang menjalin kesendirian, mengingat syair yang pernah terangkai erat dalam kebisuan, Dan sejenak saja, kubayakan diri dalam kering nurani
Dec 5th
Sejenak malam mengiris sisa kelambu pelipur lelap Kembalikan waktu dalam rentang sajak di tepian hari Kini kuhidupi masa dalam satu pukul yang tersisa bagi pikulan hari Sering kusesapkan mencari pengertian dalam jejak pikiran yang tak pernah tertinggal Siasati sesat agar tak perlu baginya temukan jalan kembali, sesat itu terlalu menyenangkan hingga sampaikan ingin tak lagi temui jalan keluar...
Dec 3rd
November 2011
19 posts
Persimpangan jurusan meninggalkan jejak yang semakin kelabu, Tak teringat berapa banyak sesat yang telah dicoba bersama, Racunmu berbaris-baris cinta yang menghampirimu, Racunku berbaris-baris ego yang tak pernah susut bersama waktu, Racunnya berbaris-baris kesepian tanpa kawan dibelakangnya, bersama kawan menenggak racun yang tak pernah terbaui apa isinya, Hasratmu begitu besar, ketika kau...
Nov 18th
Malam merentang batas, Ada tanya yang tak pernah tertemu jawab, Ada dilema yang tak pernah tertemu pasti, Riskan memang melangkahkan kaki di tengah malam, Tak kunjung sapai batas yang tak kasat, Mendalami setiap lekuk malam, Seluk beluknya yang menghadirkan diri, Di sanalah arti keberadaan, kenyataan tentang apa yang diberi hidup, Sekalipun tanya untuk apa dihidupi, Tak pernah sampai, tak...
Nov 17th