-
Rest in reason; move in passion.
Kahlil Gibran (via girlwithoutwings)Posted on January 20, 2012 via Quote Book: with 1,432 notes
Source: quote-book
-
perlu mengapa untuk mempertegas garisnya
satu kebuntuan di labirin malam hari -
Sial,ternyata hanya kentut yang keluar
Labirin malam hari -
hujan.
merintih rintik titik-titik sampai tingkungan langkah
beradu pelan mengalun di pangkuan
serak ciptakan riak di tepian jalan, sampai bermuara pada selat tak berbatas bayang
selalu saja tercipta suasana oleh waktu yang sedang menjalar,
mengejar, meraih, hingga merakit, mengurai, mengeja,
tak terasa sembulan bulan tak memiliki arti lagi,
jika hujan merangkap tiga dingin, sepi, sekaligus hangat
ambigu, tak terlukis dalam sisa genangan air nanti
tak lagi nampak wajahnya saat ini
-
hujan.hujan.hujan
-
Te dalam rima kasih, mengeja terima kasih,
menyusun batas agar tak terlampaui, jarak sesingkatnya agar mampu tetap melihat
adalah sebuah artian yang besar, walau tak perlu dimaknai mendalam,
isyaratnya terekam jelas, untuk setiap jeda yang harus ditarik, digaris bawahi dengan tanda titik
tak perlu sungkan untuk menjangkau, sekalipun tidak pernah disodorkan secara langsung,
tanpa perlu menepikan keasingan, jika sudah tertalikan kebersamaan,
hanya sebatas ritme, terima kasih
-
apa kamu masih mengenali rupaku, setelah tanpa perlu waktu yang lama, kamu mampu mengganti semu di wajahku dengan sendu yang tak pernah kutahu kenapa bisa datang?
sebelum separuh usia aku jalani, namun aku tak bisa memperoleh jawab atas waktu yang tengah kujalani kini.
semuanya terasa begitu cepat bagiku, bahkan untuk mereka yang kerap memandangku,
siapa aku, siapa dia yang mereka lihat di dalamnya, belum setahun lagi usiaku bertambah, dan tak lagi kutemui tegur sapa seperti waktu itu,
Tuhan, andai bisa kutemui janjiMu, akan esok hari keberadaanku, semoga ada ijin untuk satu kata saja kuucap,
aku tak pernah mengeluhkan sengsara, hanya sedikit jenuh pada cibiran, hanya satu kata pengharapanku,
kata - kata
ini aku yang kamu sebut kamu, dan mereka sebut dia,
AKU
-
dan malam masih kembali lagi datang, bukan lagi menyelinap dalam selimutku, yang tak pernah kubayangkan kemarin-kemarin, dengan caranya yang lain, masih selagi aku menikmatinya dalam kebisuanku, kesakitan yang tak pernah mampu kurasa selama kenikmatan memeluk erat ragaku, kemarin aku berikrar, bersumpah, menenggelamkan diriku, pada dunia yang tak berona cerah, bersamanya kurogoh pundi-pundi kehidupanku, keterbatasanku menjadikanku buta, tak pernah menuai apa yang orang lain tahu, sebatas segenggam hasratku untuk bertahan hidup, tak ada cara lain mampu kupilih, kupilah kata yang tak pernah mampu kuucap, kutanyakan kini pada yang juga bisu, seperti apa rasanya malam sekarang, tak lagi sama, tak lagi hangat, dingin sekalipun yang lain mampu berkeringat, menuai rintihan kenikmatan nafsu para bangsat, aku pernah merasakannya, setidaknya kemarin, namun tidak sekarang, saatnya aku hanya mampu terpuruk, ringkih, lunglai, gairah yang sempat kutitipkan kepada malam, mengapa tak kian kunjung datang, aku tak mampu lagi, meraih kilau yang ada di ujung jalan sana, sekalipun tak kunjung penyesalan datang, karena sekarangpun tak mampu aku mengeluh, mengaduh, hanya aku tetap sama, sama-sama tak bisa berbicara, sekalipun malam masih datang lagi, aku tetap membisu dengan cara yang berbeda
-

Posted on December 24, 2011 via i can read with 1,918 notes
Source: icanread
-
kubayang-bayang
miris, membangun mimpi yang terbatas pada kenyataan,
kalau masih bisa bermimpi, indah sekalipun jadikan jera kemudian,
siapa kira akan jadi seperti itu, tak pernah bermimpi
memang, belum pernah ada mimpi datang dijemput nyata,
hilang sekejap, sirna seketika waktu memanggil nyawa kembali
miris, miris, miris, mengiris baris-baris rasa,
sebutkan dunia yang terbentuk oleh mimpi,
apa Tuhan tengah bermimpi waktu mencipta?
atau manusia yang bermimpi mencipta Tuhan terlalu dini?
miris, miris, miris, enggan kemudian gerimis mengiris wajah
duka sekejap tak kunjung lenyap, sisakan sesat,
tak berdaya dalam simpati,
tanpa aksi,
Tuhan, untuk apa kemudian bermimpi malam ini?
terjengkal dalam-dalam