-
Taken with instagram
-
Alya tertawa (Taken with instagram)
-
Kongkow (Taken with instagram)
-

hope so.
Posted on May 23, 2012 via i can read with 2,878 notes
Source: icanread
-
sabtu terik bersama alya.
-
terbang dan melayang,
tawa dan canda yang bernaung di dalam secangkir teh,
mengikat aroma dalam pekat yang tak merona,
kenang, terkenang, awan terus bergerak,
searah biru yang membaur,
udara tak membiuskan napas,
tak sesak, tak pernah,
satu puasa, menyiasati tahun-tahun yang berlari,
begitu cepat, tak senada, tak selaras,
langkah telah pergi, meninggalkan tempat yang tak pantas ditinggalkan,
kenang, mengenang, terkekang kunang-kunang,
menjadi wajah yang akan selalu kelabu,
masih bersinar seperti sedia kala,
kala senyum merajut, tawa yang tak mampu tertahan,
masihkah sama pikirmu, di mana kita akan menepi,
di bawah tudung pohon, aroma cemara,
padanya terjatuh warna tua yang merapuh,
dan di sana tak pernah terpejam,
satu detik untuk mengedipkan mata,
akan selalu hidup, dalam secangkir teh berwarna pinus
-
around the world
(via reginamarthin)
Posted on May 8, 2012 via gifffffnation with 45,890 notes
Source: gifnation.net
-
dan senja kupeluk erat, tanpa ingin meninggalkan malam
menepis bayang yang tak seindah mimpi,
semerbak harum pun tak dapat kuukir dalam riak yang mengalir hangat di bawah kakiku,
aku tidak terseret, terbawa arus gelombang, jiwaku sudah tertanam, erat, dan terlalu kokoh,
aku tak menyangkal akan petir yang menyambar, takutku meruntuh, dan aku tidak berdaya,
semalaman kulewati, jurang, dan ajal kesepian, di bawahnya aku sembahyang,
tanpa tutur, gerak, dan desahan, aku terbujur kaku,
kuraih asaku, kelam, dan terlalu lapuk,
membauinya kian menyengat kepalaku, aku berontak, tak ingin berteriak,
tak ada pilu, tak ada sayatan, tak ada dosa,
aku tak sengsara, sekalipun bahagia,
senja kupeluk, dan tak kuhiraukan malam,
menepis bayang, dan di sanalah aku berada
-
Harapan bisa menjadi satu petikan yang mematikan,
Mengubur semua angan yang telah dirakit,
Terasa sempurna, sampai terpenggal arus sebelum muara,
Sekat terbangun, kala tak ada yang mampu ditentang,
Jika sekali lagi harus berjalan seperti biasa,
Tiada yang ingin, hanya itu yang teringin,
Remuk nadi, detak semakin mendebar, tiada yang memuncak,
Bulan pun masih tergambar jelas di pangkuan sang dian,
Tak ada duka, ratapan yang mengalun jelas,
Tersimpan dalam-dalam, tertarik rapat-rapat,
Berharap -
embun sudah berkicau di pelataran dan angin sudah siap berkelana mencari nafas
pergilah menjemput kenyataan



